Jayapura, 28 Juli 2026 – Program Pascasarjana menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor Bidang Kajian Antropologi atas nama Ratna Jeny Mehuwe dengan disertasi berjudul “Tradisi Eha Ho Suku Bangsa Bpuyakha di Kampung Adat Heram Ayapo Kabupaten Jayapura.” Sidang promosi berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh pimpinan Pascasarjana, sivitas akademika, keluarga, para undangan, serta rekan-rekan kerja promovenda.

Sidang promosi dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana, Prof. Dr. Janviter Manalu, M.Si. selaku Ketua Sidang. Dalam sidang tersebut, promovendus berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim promotor dan dewan penguji melalui pemaparan hasil penelitian yang dilanjutkan dengan diskusi akademik secara komprehensif.

Tim Promotor terdiri atas Prof. Dr. Pawennari Hijjang, M.A. (Universitas Hasanuddin) sebagai Promotor, didampingi Prof. Dr. Fredrik Sokoy, S.Sos., M.Sos. dan Dr. Hanro Y. Lekitoo, S.Sos., M.Hum. sebagai Ko-Promotor. Adapun Tim Penguji terdiri atas Prof. Dr. Mardi Adi Armin, S.Sos., M.Hum. (Universitas Hasanuddin) sebagai Penguji Eksternal, serta penguji internal yaitu Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, M.S., Prof. Dr. Drs. Avelinus Lefaan, M.S., Prof. Dr. Drs. Akhmad, M.Hum., Dr. Gerdha K. Numbery, S.Sos., M.Hum., dan Dr. Frans Rumbrawer, M.Si.

Dalam disertasinya, Ratna Jeny Mehuwe mengkaji Tradisi Eha Ho sebagai bagian integral dari sistem perladangan tradisional (Hekke) masyarakat adat suku bangsa Bpuyakha di Kampung Adat Heram Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya praktik perladangan tradisional akibat perubahan sosial dan perkembangan zaman yang menyebabkan aktivitas tersebut mulai terabaikan dan hanya dilakukan sebagai pekerjaan sambilan. Menurut promovenda, sistem perladangan tradisional Bpuyakha bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan merupakan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal dan telah diwariskan secara turun-temurun selama beberapa generasi. Salah satu bagian penting dari sistem tersebut adalah Tradisi Eha Ho, yaitu tradisi adat yang dilaksanakan pada saat panen raya (Malluweiboi) setelah memenuhi berbagai syarat, ketentuan, dan aturan adat yang berlaku.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif etnografis dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi budaya. Melalui pendekatan tersebut, penelitian berhasil mendokumentasikan warisan budaya inti masyarakat Bpuyakha yang selama ini masih dijaga oleh para pemangku adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Eha Ho memiliki fungsi penting sebagai mekanisme legitimasi nilai-nilai budaya, pengendalian sosial, serta pelestarian ekologi masyarakat adat. Tradisi ini juga berperan dalam memperkuat hubungan antara manusia, alam, dan adat sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Bpuyakha.

Lebih lanjut, penelitian ini menegaskan bahwa Tradisi Eha Ho merupakan bentuk kearifan lokal yang memiliki kontribusi strategis dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat adat Bpuyakha secara berkelanjutan di Tanah Papua. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi referensi akademik dalam pengembangan ilmu antropologi sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya lokal melalui dokumentasi, penelitian, edukasi, dan revitalisasi nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

Keberhasilan Ratna Jeny Mehuwe menyelesaikan studi doktor merupakan kontribusi penting bagi pengembangan kajian antropologi, khususnya penelitian mengenai masyarakat adat Papua. Disertasi ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa melalui pendekatan akademik yang berbasis penelitian lapangan.

By Admin