Jayapura, 27 Juli 2026 – Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih kembali melaksanakan sidang promosi doktor yang berlangsung dengan khidmat. Sidang promosi doktor dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Janviter Manalu, M.Si. Pada kesempatan tersebut, Nur Aini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Implementasi Model Good University Governance dalam Peningkatan Pelayanan Mahasiswa di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena” dan dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude (Pujian).

Sidang promosi doktor didampingi oleh tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, M.S., M.H. sebagai Promotor, Dr. Untung Muhdiarta, M.Si. sebagai Ko-Promotor I, dan Dr. Hiskia C.M. Sapioper, S.Sos., M.Si. sebagai Ko-Promotor II. Adapun tim penguji yang memberikan penilaian terhadap disertasi tersebut terdiri atas Dr. Muhammad Sawir, S.Sos., M.Si., M.H. (Penguji Eksternal), Prof. Dr. Dra. Yosephina Ohoiwutun, M.Si., Dr. Septinus Saa, S.Sos., M.Si., Dr. Dirk Y.P. Runtuboi, M.Kes., Dr. Drs. Beatus Tambaip, M.A., dan Dr. Subardo Hamonangan, S.H., M.Hum. (Penguji Internal)

Dalam disertasinya, Nur Aini mengkaji implementasi Good University Governance sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan mahasiswa di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena. Penelitian ini bertujuan menganalisis sekaligus merancang model Good University Governance yang mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi dalam memberikan pelayanan yang lebih efektif, transparan, akuntabel, partisipatif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi yang melibatkan 13 informan, terdiri atas pejabat struktural, dosen, mahasiswa, tenaga administrasi, dan alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip-prinsip Good University Governance telah dijalankan, namun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti hambatan struktural, keterbatasan anggaran, minimnya sumber daya manusia yang kompeten, serta adanya resistensi terhadap perubahan.

Di sisi lain, penelitian juga mengidentifikasi sejumlah faktor pendukung keberhasilan implementasi Good University Governance, yaitu dukungan manajemen, partisipasi para pemangku kepentingan (stakeholder), serta ketersediaan sumber daya. Berdasarkan temuan tersebut, Nur Aini merancang model Good University Governance yang menekankan penguatan kapasitas manajerial, pengembangan kultur organisasi, penyesuaian dengan konteks lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sistem komunikasi, serta digitalisasi layanan kepada mahasiswa.

Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori good governance melalui integrasi konsep tata kelola dengan pelayanan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Dari sisi praktis, hasil penelitian diharapkan menjadi landasan bagi perguruan tinggi dalam memperkuat manajemen kelembagaan, menyusun kebijakan yang lebih responsif, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa secara berkelanjutan.

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *