Makassar, 8 Juni 2026 – Program Doktor Ilmu Sosial (PDIS) dan Program Magister Kebijakan Publik Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih melaksanakan kegiatan Kunjungan Akademik Benchmarking ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin pada Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa, memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi, serta memperoleh pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang ilmu sosial dan kebijakan publik.
Kegiatan berlangsung di lingkungan FISIP Universitas Hasanuddin dan diawali dengan sambutan dari Dekan FISIP Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Sukri, yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa dan sivitas akademika Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi akademik antarperguruan tinggi sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Direktur Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih, Dr. Frans A. Asmuruf, M.Si., yang menyampaikan harapan agar kegiatan benchmarking ini dapat memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi mahasiswa serta menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan penguatan kerja sama kelembagaan antara Universitas Cenderawasih dan Universitas Hasanuddin.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan akademik bertajuk “Pendekatan Indonesia untuk Pembangunan: Perspektif Sosiologi, Antropologi, Ilmu Pemerintahan, dan Administrasi Publik.” Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Suparman Abdullah, M.Si. yang mengulas berbagai pendekatan pembangunan dari perspektif sosiologi. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya memahami dinamika sosial masyarakat, perubahan sosial, serta peran institusi sosial dalam mendukung keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Muhammad Basir, S.Sos., M.Si. yang membahas pembangunan dari perspektif antropologi. Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi dan politik, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam menghargai nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta karakteristik sosial yang hidup di tengah masyarakat.
Selanjutnya, Dr. A. Lukman Irwan, S.IP., M.Si. menyampaikan materi dari perspektif ilmu pemerintahan. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), penguatan kapasitas kelembagaan, serta partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Sesi pembekalan kemudian dilengkapi dengan materi dari perspektif administrasi publik yang disampaikan oleh Dr. Amril Hans, M.Si. Beliau menjelaskan pentingnya reformasi birokrasi, inovasi pelayanan publik, efektivitas implementasi kebijakan, serta penguatan kapasitas aparatur pemerintah dalam mendukung pembangunan yang responsif, akuntabel, dan berkelanjutan. Menurutnya, administrasi publik memiliki peran strategis dalam menjembatani perumusan kebijakan dengan pelaksanaan program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan benchmarking ini, mahasiswa Program Doktor Ilmu Sosial dan Magister Kebijakan Publik memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai berbagai pendekatan pembangunan di Indonesia dari sudut pandang multidisiplin. Diskusi yang berlangsung selama kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar gagasan dan pengalaman akademik dengan para narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Kunjungan akademik ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran kritis dan inovatif yang dapat berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan pembangunan, khususnya di Papua dan Kawasan Timur Indonesia. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih dalam memperkuat jejaring akademik dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.












